Kamis, 18 Februari 2016

Doa Mujizat (fr. Peter Mary Rookey)


Tuhan Yesus, aku datang kehadiratMu dengan apa adanya. 
Aku menyesal atas dosa-dosaku, 
Aku bertobat atas dosa-dosaku ampunilah aku.
Dalam namaMu aku mengampuni orang-orang yang telah bersalah kepadaku. 
Aku menyangkal setan dan roh-roh jahat dengan segala tipu muslihatnya. 
Aku menyerahkan segenap diriku, kepadaMu Yesus, sekarang dan selama-lamanya. 
Yesus, aku mengundangMu kedalam hidupku, aku menerimaMu sebagai Tuhan, Allah dan penebusku. Sembuhkanlah aku, ubahlah aku, kuatkanlah aku dalam jasmani, jiwa dan rohaniku. 
Datanglah Tuhan Yesus, bungkuslah aku oleh darahMu yang kudus dan penuhilah aku dengan 
Roh KudusMu. Aku mencintaiMu Tuhan Yesus. 
Aku memujiMu Yesus, aku berterimakasih kepadaMu Yesus. 
Aku akan mengikutiMu setiap hari sepanjang hidupku. 
Bunda Maria, ratu kedamaian, seluruh malaikat-malaikat dan orang kudus,
Tolonglah aku. 
AMIN 

catatan: Ucapkan doa ini dengan setia tanpa tergantung oleh perasaanmu. Ketika engkau mencapai suatu titik dimana engkau secara sungguh-sungguh menghayati setiap kata dengan segenap hatimu, suatu kebaikan rohani akan terjadi dalam dirimu. Engkau akan mengalami Yesus, dan Dia akan mengubah seluruh kehidupanmu dengan cara yang sangat istimewa.

Jangan Menyerah Kawan


"Aku ingin memulai dari awal.
Aku ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahanku."

Kata-kata itu mungkin sering kita ucapkan saat merasa telah diujung jurang keputusasaan.
Berat untuk berdiri, bukan, tapi seakan kita tak mengetahui lagi caranya untuk berdiri.
Seakan kita terhimpit dalam ruangan. Entah apa yang kita tunggu.
Hanya wajah lesu yang tertengger di puncak tubuh.
Ada banyak orang, dengan berbagai masalah mereka.
Tapi bagi beberapa orang, ia memilih hidup dengan menikmati semua kepedihannya.
Dan orang lain melihatnya dengan iri karena merasa orang itu selalu bahagia dan tak menderita sepertinya. Dan muncullah kata "hidup memang tak adil" Sungguh ironis.
Siapa yang sebenarnya tidak adil. Kehidupan tak melakukan apapun.
Yang memulai segala ketidak adilan itu adalah diri sendiri. Kita tidak mau memahami orang lain. Kita hanya melihat sekilas, tanpa memperhatikan lebih seksama.

Semua orang menderita, dengan cara yang berbeda-beda.

Sesakit apapun harimu saat ini, aku katakan kawan, kamu akan bangkit. Jika kau merasa tak ada jalan keluar, aku hanya bisa berkata bersabarlah. Mungkin hal itu tak dapat menolong, tapi Tuhan akan menolongmu jika kau tetap bersabar. Memang sangat menyakitkan. Tapi kau pasti bisa melewati ini semua. Jangan menyerah kawan. Sejuta kalipun kau berfikir untuk menyerah, tapi jangan pernah benar-benar untuk melakukannya. Jangan menyerah kawan. Kau hampir tiba di garis akhir. Jangan menyerah saat ini.
Jangan kawan. Jangan menyerah.