Sebuah Biji Harapan
Tak ada sesuatu pun yang berlangsung selamanya,
bahkan kesulitan-kesulitanmu
Arnold Glasow
Mungkin banyak kata-kata motivasi yang dapat kamu temukan di internet. Akan sebuah perjuangan, semangat, sebuah keberhasilan. Namun, pernahkan kamu merasakan gagal, terpuruk dan jatuh hingga tak ada tersisa sedikitpun semangat untuk bangkit kembali?
Pernahkan kamu merasakan saat terjatuh, seseorang seakan mencoba memahamimu, menyuruhmu bangkit, tanpa tau sesakit apa yang telah dirasakan?
Dia pikir semudah itu untuk berjuang kembali? Dia tidak mengerti, karena dia tidak merasakan yang aku rasakan. Jangan coba-coba sok tau, jangan coba-coba sok mengerti. Kamu tidak tau rasanya jatuh tanpa memiliki harapan sedikitpun, jadi diamlah sekarang juga.
Aku bukan menceritakan orang lain, aku menceritakan diriku. Kau tau, sangat sulit keadaanku saat itu. Orang-orang seakan hanya memberikan perhatian palsu padaku, berusaha terlihat baik tapi tak tulus. Aku benci mengatakan diriku tak memandang keberadaan mereka di sisiku. Tapi, mereka tak cukup baik di mataku.
Katakanlah aku ini egois karena menginginkan lebih, katakanlah aku ini tak bersyukur untuk semua hal dalam hidupku, katakanlah aku tak cukup berjuang untuk masa depanku. Terserah, aku tak perduli.
Kamu, aku, mungkin kita sependapat dalam beberapa hal tersebut. Namun, apakah hidup kita berhenti di titik ini, dengan menyalahkan diri sendiri, dan menyalahkan semua orang? Apa yang aku dapatkan? tidak ada. Aku hanya semakin takut hari demi hari.
Hingga aku sadar, dunia tak seharusnya melupakanku. Ia harus mengingatku. Ia harus menyerukan namaku dengan keras. Semua orang harus tau dunia memihakku.
Jadi, aku berubah. Aku memantapkan hatiku untuk tumbuh dan berjuang. Hingga akhirnya aku akan berada di ujung perjalananku bersama dunia yang selalu memihak padaku.
Tak ada sesuatu pun yang berlangsung selamanya,
bahkan kesulitan-kesulitanmu
Arnold Glasow
Mungkin banyak kata-kata motivasi yang dapat kamu temukan di internet. Akan sebuah perjuangan, semangat, sebuah keberhasilan. Namun, pernahkan kamu merasakan gagal, terpuruk dan jatuh hingga tak ada tersisa sedikitpun semangat untuk bangkit kembali?
Pernahkan kamu merasakan saat terjatuh, seseorang seakan mencoba memahamimu, menyuruhmu bangkit, tanpa tau sesakit apa yang telah dirasakan?
Dia pikir semudah itu untuk berjuang kembali? Dia tidak mengerti, karena dia tidak merasakan yang aku rasakan. Jangan coba-coba sok tau, jangan coba-coba sok mengerti. Kamu tidak tau rasanya jatuh tanpa memiliki harapan sedikitpun, jadi diamlah sekarang juga.
Aku bukan menceritakan orang lain, aku menceritakan diriku. Kau tau, sangat sulit keadaanku saat itu. Orang-orang seakan hanya memberikan perhatian palsu padaku, berusaha terlihat baik tapi tak tulus. Aku benci mengatakan diriku tak memandang keberadaan mereka di sisiku. Tapi, mereka tak cukup baik di mataku.
Katakanlah aku ini egois karena menginginkan lebih, katakanlah aku ini tak bersyukur untuk semua hal dalam hidupku, katakanlah aku tak cukup berjuang untuk masa depanku. Terserah, aku tak perduli.
Kamu, aku, mungkin kita sependapat dalam beberapa hal tersebut. Namun, apakah hidup kita berhenti di titik ini, dengan menyalahkan diri sendiri, dan menyalahkan semua orang? Apa yang aku dapatkan? tidak ada. Aku hanya semakin takut hari demi hari.
Hingga aku sadar, dunia tak seharusnya melupakanku. Ia harus mengingatku. Ia harus menyerukan namaku dengan keras. Semua orang harus tau dunia memihakku.
Jadi, aku berubah. Aku memantapkan hatiku untuk tumbuh dan berjuang. Hingga akhirnya aku akan berada di ujung perjalananku bersama dunia yang selalu memihak padaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar