Setiap orang menderita dengan cara yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang pasti, semuanya menderita (walau tak selamanya) Pernahkah kalian merasa iri pada orang lain? Pernahkah kalian merasa sangat menginginkan kebahagiaan mereka dan berpikir bahwa hidup yang kalian miliki hanya kumpulan sampah?
Pasti pernah, walaupun cuma sekali atau mungkin berkali-kali atau bahkan tak terhitung lagi kalian berpikir seperti itu. Ya, aku bisa bilang itu gila, karena kita manusia, kita akan melakukan hal-hal gila. Hanya orang suci yang tahan hidup tanpa perasan iri dan hal-hal busuk lainnya.
Bukankan ada perasaan nyaman yang aneh saat perilaku gila kita sedikit dipuji normal untuk dilakukan? Tapi mari berpikir lagi, dan coba baca kalimat diawal tadi. Setiap orang menderita dengan cara yang berbeda-beda. singkat kata, everybody not perfect. Bisakah kau mengingat segala kebusukanmu? Lalu adakah tersisa kebaikan di hidupmu? Kemudian berpindahlah, pikirkan semua pencapaian orang lain, apakah kau seimbang dengan mereka? Lalu melompatlah pada hal-hal buruk yang telah atau mungkin akan terjadi pada orang itu, semua kesialan dan kebusukannya
Lalu langkah terakhir pikirkanlah baik-baik apakah kesialannya terjadi juga di kehidupanmu? Jika kau beruntung, mungkin kau akan berpikir betapa bahagianya kau karena tidak mengalami hal busuk seperti dirinya.
Katakanlah kalau iri memang tak bisa dihilangkan, namun kalian bisa menghindarinya bukan? Jangan terus bersembunyi dalam selimut "manusia pasti berbuat dosa" kita memang pada dasarnya tak sempurna, mau bagaimana lagi. Kita manusia, bukan Tuhan.
Namun, bukankah Tuhan sangat menyayangi kita? Ia memberikan hati nurani yang akan menuntun kita (selalu) pulang padaNya. Coba sesekali bicara pada hatimu. Ia mendengarkan (selalu). Ia perantara sempurna pada Tuhan. Namun mungkin secara tak sadar, kau menguncinya dalam peti kecil di ruang bawah tanah alam bawah sadarmu.
Bagi semua orang yang tersiksa dengan hidupnya, Bagi setiap orang yang sangat ingin kabur dari kejamnya realita. Bagi tiap-tiap tetes air mata yang jatuh tanpa arti. Bagi jiwa-jiwa kesepian yang berusaha bahagia. Bagi kamu yang tengah menahan kebencian akan kebahagiaan orang lain. Bagi setiap rasa sakit yang kau tancapkan lebih dalam ke hatimu tanpa sengaja. Bagi perasaan hampa, sesak dan tak berdaya karena sadar bahwa dirinya telah berubah menjadi monster.
Melelahkan
Apa yang akan kau lakukan bila keadaan tak berubah? Kau mungkin selama ini hanya menumpuk sampah, membenamkan diri dalam kolam penuh kotoran busuk, dan tragisnya kau mungkin berusaha menyeret orang lain yang berada di daratan agar masuk ke dalam kolam busukmu dengan cara melempari mereka dengan kotoran disekelilingmu. Akui atau tidak, kau yang akan mati lebih dahulu.
Lalu, sepadankah itu? Bukankah hal itu lebih menyakitkan? Kita memang pada dasarnya kotor, tapi seiring waktu kita akan belajar untuk membersihkan diri juga kan? Dunia memang didesain untuk menguji kita. Dan ujiannya sangat sulit, walaupun jawabannya sudah dibocorkan dimana-mana.
Mungkin ada yang berpikir, bahwa membaca tulisan seperti ini tak berguna, tulisan sampah, yang tak bisa menyulap orang busuk bertobat. Ya, ini memang tulisan busuk, dari si busuk. . . . yang sangat ingin bertobat.
Lantas, bagaimana kalau kita bakar saja sampah busuk itu? Well, lakukan pembakaran besar-besaran pada sampah busuk di pikiran dan di hatimu.
Mungkin pikirmu aku gila, namun kekuatan manusia yang paling besar adalah tekadnya. Ini adalah kekuatan sugesti alam bawah sadar. Buat jiwamu lebih bersih, tidakkah hal itu terdengar sangat nyaman dan menyenangkan?
1. Lakukan saat kau merasa mengantuk (malam hari, dan dini hari)
2. Berdoalah dan minta pertolongan Tuhan
3. Minta hati nuranimu untuk membantumu mengumpulkan semua emosi negatif, perasaan merugikan dan perasaan yang terlalu menakutkan untuk kau tangani selama hidupmu.
4. Minta hati nuranimu mencari hingga ke pelosok ruang-ruang jiwamu, minta ia menemukan semua kotak bahkan peti yang menyimpan perasaan yang bahkan untuk mengingat dan membuka emosi itu saja bisa sangat menyakitkanmu hingga serasa ingin mati saja.
5. Bayangkan semua emosi tersebut terbakar, hancur, bahkan sisa-sisa pembakarannya lenyap tak bersisa, bakar semua kemarahanmu dan kebencianmu pada diri sendiri, bayangkan apinya sangat hebat hingga tak menyisakan emosi negatifmu sama sekali.
6. Katakanlah, Dirimu akan semakin baik, tiap detik, semakin bahagia tiap menit, semakin damai tiap jam, semakin sehat tiap hari, semakin berkembang tiap minggu, semakin menikmati hidup tiap bulan, semakin sukses setiap tahun. Biarkan hati nurani mengatakan hal itu tiap hari untukmu. Biarkan dirimu semakin membaik tiap hari secara otomatis
7. Lalu bayangkan dirimu diselimuti gelembung dari Tuhan. Gelembung itu sangat kuat, yang mengikuti gerak tubuhmu. Ia akan meluruhkan segala emosi negatif dari luar dan dari dalam dirimu, lalu hanya akan menyerap kebaikan dan kebahagiaan dari luar dan dari dalam dirimu. Dan akhinya akan memancarkan kebaikan itu 2x lipat lebih kuat.
Gelembung itu tak akan melemah, bahkan saat hatimu goyah. Dan ia akan semakin kuat, saat kamu berdoa pada Tuhan. Gelembung itu sangat kuat dan itu akan melindungimu selamanya.
Mungkin langkah-langkah diatas seperti lelucon untukmu. Tapi untukku itu mungkin cara terbaik untuk berdamai dengan diri sendiri. Jangan picik, kau bukan orang yang paling sial di dunia, kau bukan satu-satunya yang menderita di dunia. Jadi berhenti bertingkah menyedihkan dan seenaknya melakukan hal busuk sebagai pembenaran tindakan busukmu yang lain.
Dan untukmu yang mungkin berpikir, dirimu bukan satu-satunya yang berbuat busuk, dan pasti ada orang lain yang lebih busuk lagi darimu. Sadarlah, kau dan dia berada di kolam penuh kotoran busuk. Buat apa mengatakan dirimu tak terlalu busuk dari kebusukannya? Kau dan dia pada akhirnya akan tetap tenggelam, yang berbeda hanya waktunya saja.
Aku? Mungkin aku sedang merangkak mati-matian keluar dari kolamku. Mungkin aku berulang kali menyerah, mungkin berulang kali pula aku mencoba memantapkan hati untuk berjuang naik kembali. Namun taukah kalian sebuah rahasia, bahwa Tuhan sangat menyukai orang-orang yang berusaha keras mencarinya, dan mungkin pada akhirnya, Tuhan akan mengulurkan tali untuk menarik orang-orang kesukaannya ke daratan. Bisa jadi itu aku atau kau.
Pasti pernah, walaupun cuma sekali atau mungkin berkali-kali atau bahkan tak terhitung lagi kalian berpikir seperti itu. Ya, aku bisa bilang itu gila, karena kita manusia, kita akan melakukan hal-hal gila. Hanya orang suci yang tahan hidup tanpa perasan iri dan hal-hal busuk lainnya.
Bukankan ada perasaan nyaman yang aneh saat perilaku gila kita sedikit dipuji normal untuk dilakukan? Tapi mari berpikir lagi, dan coba baca kalimat diawal tadi. Setiap orang menderita dengan cara yang berbeda-beda. singkat kata, everybody not perfect. Bisakah kau mengingat segala kebusukanmu? Lalu adakah tersisa kebaikan di hidupmu? Kemudian berpindahlah, pikirkan semua pencapaian orang lain, apakah kau seimbang dengan mereka? Lalu melompatlah pada hal-hal buruk yang telah atau mungkin akan terjadi pada orang itu, semua kesialan dan kebusukannya
Lalu langkah terakhir pikirkanlah baik-baik apakah kesialannya terjadi juga di kehidupanmu? Jika kau beruntung, mungkin kau akan berpikir betapa bahagianya kau karena tidak mengalami hal busuk seperti dirinya.
Katakanlah kalau iri memang tak bisa dihilangkan, namun kalian bisa menghindarinya bukan? Jangan terus bersembunyi dalam selimut "manusia pasti berbuat dosa" kita memang pada dasarnya tak sempurna, mau bagaimana lagi. Kita manusia, bukan Tuhan.
Namun, bukankah Tuhan sangat menyayangi kita? Ia memberikan hati nurani yang akan menuntun kita (selalu) pulang padaNya. Coba sesekali bicara pada hatimu. Ia mendengarkan (selalu). Ia perantara sempurna pada Tuhan. Namun mungkin secara tak sadar, kau menguncinya dalam peti kecil di ruang bawah tanah alam bawah sadarmu.
Bagi semua orang yang tersiksa dengan hidupnya, Bagi setiap orang yang sangat ingin kabur dari kejamnya realita. Bagi tiap-tiap tetes air mata yang jatuh tanpa arti. Bagi jiwa-jiwa kesepian yang berusaha bahagia. Bagi kamu yang tengah menahan kebencian akan kebahagiaan orang lain. Bagi setiap rasa sakit yang kau tancapkan lebih dalam ke hatimu tanpa sengaja. Bagi perasaan hampa, sesak dan tak berdaya karena sadar bahwa dirinya telah berubah menjadi monster.
Melelahkan
Apa yang akan kau lakukan bila keadaan tak berubah? Kau mungkin selama ini hanya menumpuk sampah, membenamkan diri dalam kolam penuh kotoran busuk, dan tragisnya kau mungkin berusaha menyeret orang lain yang berada di daratan agar masuk ke dalam kolam busukmu dengan cara melempari mereka dengan kotoran disekelilingmu. Akui atau tidak, kau yang akan mati lebih dahulu.
Lalu, sepadankah itu? Bukankah hal itu lebih menyakitkan? Kita memang pada dasarnya kotor, tapi seiring waktu kita akan belajar untuk membersihkan diri juga kan? Dunia memang didesain untuk menguji kita. Dan ujiannya sangat sulit, walaupun jawabannya sudah dibocorkan dimana-mana.
Mungkin ada yang berpikir, bahwa membaca tulisan seperti ini tak berguna, tulisan sampah, yang tak bisa menyulap orang busuk bertobat. Ya, ini memang tulisan busuk, dari si busuk. . . . yang sangat ingin bertobat.
Lantas, bagaimana kalau kita bakar saja sampah busuk itu? Well, lakukan pembakaran besar-besaran pada sampah busuk di pikiran dan di hatimu.
Mungkin pikirmu aku gila, namun kekuatan manusia yang paling besar adalah tekadnya. Ini adalah kekuatan sugesti alam bawah sadar. Buat jiwamu lebih bersih, tidakkah hal itu terdengar sangat nyaman dan menyenangkan?
1. Lakukan saat kau merasa mengantuk (malam hari, dan dini hari)
2. Berdoalah dan minta pertolongan Tuhan
3. Minta hati nuranimu untuk membantumu mengumpulkan semua emosi negatif, perasaan merugikan dan perasaan yang terlalu menakutkan untuk kau tangani selama hidupmu.
4. Minta hati nuranimu mencari hingga ke pelosok ruang-ruang jiwamu, minta ia menemukan semua kotak bahkan peti yang menyimpan perasaan yang bahkan untuk mengingat dan membuka emosi itu saja bisa sangat menyakitkanmu hingga serasa ingin mati saja.
5. Bayangkan semua emosi tersebut terbakar, hancur, bahkan sisa-sisa pembakarannya lenyap tak bersisa, bakar semua kemarahanmu dan kebencianmu pada diri sendiri, bayangkan apinya sangat hebat hingga tak menyisakan emosi negatifmu sama sekali.
6. Katakanlah, Dirimu akan semakin baik, tiap detik, semakin bahagia tiap menit, semakin damai tiap jam, semakin sehat tiap hari, semakin berkembang tiap minggu, semakin menikmati hidup tiap bulan, semakin sukses setiap tahun. Biarkan hati nurani mengatakan hal itu tiap hari untukmu. Biarkan dirimu semakin membaik tiap hari secara otomatis
7. Lalu bayangkan dirimu diselimuti gelembung dari Tuhan. Gelembung itu sangat kuat, yang mengikuti gerak tubuhmu. Ia akan meluruhkan segala emosi negatif dari luar dan dari dalam dirimu, lalu hanya akan menyerap kebaikan dan kebahagiaan dari luar dan dari dalam dirimu. Dan akhinya akan memancarkan kebaikan itu 2x lipat lebih kuat.
Gelembung itu tak akan melemah, bahkan saat hatimu goyah. Dan ia akan semakin kuat, saat kamu berdoa pada Tuhan. Gelembung itu sangat kuat dan itu akan melindungimu selamanya.
Mungkin langkah-langkah diatas seperti lelucon untukmu. Tapi untukku itu mungkin cara terbaik untuk berdamai dengan diri sendiri. Jangan picik, kau bukan orang yang paling sial di dunia, kau bukan satu-satunya yang menderita di dunia. Jadi berhenti bertingkah menyedihkan dan seenaknya melakukan hal busuk sebagai pembenaran tindakan busukmu yang lain.
Dan untukmu yang mungkin berpikir, dirimu bukan satu-satunya yang berbuat busuk, dan pasti ada orang lain yang lebih busuk lagi darimu. Sadarlah, kau dan dia berada di kolam penuh kotoran busuk. Buat apa mengatakan dirimu tak terlalu busuk dari kebusukannya? Kau dan dia pada akhirnya akan tetap tenggelam, yang berbeda hanya waktunya saja.
Aku? Mungkin aku sedang merangkak mati-matian keluar dari kolamku. Mungkin aku berulang kali menyerah, mungkin berulang kali pula aku mencoba memantapkan hati untuk berjuang naik kembali. Namun taukah kalian sebuah rahasia, bahwa Tuhan sangat menyukai orang-orang yang berusaha keras mencarinya, dan mungkin pada akhirnya, Tuhan akan mengulurkan tali untuk menarik orang-orang kesukaannya ke daratan. Bisa jadi itu aku atau kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar